kumpulan artikel dan informasi gaya hidup

Saturday, July 20, 2013
0 comments

Baju dari Kulit Pohon Ala Shinta Antonia

9:56 AM

Gaya Hidup berbagi informasi tentang "Baju dari Kulit Pohon Ala Shinta Antonia". Informasi tersebut dikompilasi dari sumber yang disebutkan di bawah artikel. Berita tentang "Baju dari Kulit Pohon Ala Shinta Antonia" layak Anda baca baik sebagai infomasi maupun pengaya khazanah pengetahuan Anda.

Baju dari Kulit Pohon Ala Shinta Antonia

Headline
inilah.com
Oleh: Sri Wulandari
 

INILAH.COM, Jakarta - Keragaman budaya Singkawang menarik perhatian perancang busana Shinta Antonia untuk mengaplikasinya dalam rancangan busana yang seluruh bahan dan ornamennya terbuat dari kulit kayu.

Baju itu diberi nama The Queen of Singkawang dan menjadi master piece, karena seringnya meraih penghargaan, termasuk dari Hong Kong.

"Saya ambil dari kulit pohon kapoak yang terdapat di hutan Kalimantan, di wilayah Sungkun, tempat Suku Dayak bermukim. Pohonnya seperti pohon jati, tetapi usianya lebih tua. Untuk mendapatkannya juga sangat susah," aku dia.

Untuk membuat baju itu membutuhkan waktu 3-4 bulan. Prosesnya setelah mengambil kulit pohon lalu direbus, direndam dan kemudian dijemur yang memakan waktu satu bulan.

"Belum lagi menjahit, pemasangan aksesoris dan ornamennya," kata ibu satu anak ini.

Yang tak kalah rumit adalah proses memadukan kulit dengan bahan lembut kaya warna yang menjadi simbol dan cir ikhas keragaman masyarakat Singkawang, seperti kain tile dan satin berwarna merah dan coklat.

Asal tahu saja, hampir 42 persen masyarakat Singkawang beretnis Tionghoa dari suku Hakka atau Khek. Sisanya berasal dari etnis Melayu, Dayak, Tio Ciu, Jawa dan suku lainnya. Budaya Tinghoa kental dengan masyarakat Singkawang dan membaur dengan masyarakat sekitar.

Keragaman inilah yang kemudian menginspirasi Shinta dengan memberikan sentuhan yang kuat terhadap unsur budaya Dayak dan dipadukan dengan beberapa unsur Tionghoa. Baju itu dilengkapi beberapa aksesoris berupa bulu burung Rangkong dan Buru Ruai yang diletakkan di kepala.

Dia meletakkan sembilan bulu burung berwarna coklat. Pada Suku Dayak, bulu di kepala tersebut melambangkan keanggunan seorang wanita.Pucuk rebung yang menghiasi baju, menurut Shinta, melambangkan keberadaan etnis Melayu di daerah Kalimantan Barat. Sedangkan hiasan naga dan teratai pada bagian di leher simbol keberadaan etnis Tionghoa yang menjadi penduduk mayoritas Singkawang.

Berapa harga yang dibutuhkan untuk membuat satu baju itu?

Dia menyebut angka Rp45 juta. "Kulit pohonnya sangat mahal, ditambah akserorisnya. Jadi ya wajar jika habis sebesar itu," ujarnya.

Namun saat ini baju kebanggaan itu belum dia jual dan masih menjadi koleksi pribadi. Namun, dia sudah berencana akan melelangnya suatu saat nanti yang hasilnya akan disumbangkan ke yayasan amal di Singkawang. [mor]


Semoga kompilasi informasi tentang "Baju dari Kulit Pohon Ala Shinta Antonia" di atas bermanfaat bagi Anda.

0 comments:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top